Thursday, May 14, 2009

They're Always Exist :)

Ketika ada seseorang yang membuat emosi, rasanya ingin meledak..

  • Mommy: "Kau harus sabar.."
  • Dia: "Sabar ya yank..unang murup2 d:) "
  • Sahabat2: "Apa kita datengin aja rumahnya?" hehe..
  • Priest: "Bersabar..karena pembalasan itu adalah hak Tuhan"
  • Tuhan: Membuatku sabar, menahan emosi dan membuatku tenang perlahan-lahan..

Ketika ada sesuatu yang membuat sedih, rasanya ingin menangis..

  • Myself: "tenang..sabar..sabar.." (diucapkan dalam hati 1000x)
  • Dia: "Sabar ya sayang...aku ada buat kamu d:) "
  • Tuhan: Membuatku merasa seperti Dia sedang merangkulku dan membuat aku tenang..

Ketika ada sesuatu yang membuat gembira, rasanya ingin teriak..

  • Myself: "Terima kasih Tuhan" :)
  • Tuhan: (aku yakin Dia..) Membalas senyumanku dan berkata "semua Kujadikan indah pada waktuNya"


Friday, May 8, 2009

If I Were a "Very Very Rich" Woman

i will:
1. Make a foundation for poor people. It breaks my heart when i saw poor people, especially kids who are still walking at the street late at night asking for money to buy food. They are supposed to have great time now, playing with their friends, school, have a great time with their family, but the fact, we still saw them at the street, barefoot, getting their skin tanned, etc etc.
At one time, its sunday night when im at the bus from the church, i saw a mother who is "ngamen" at the bus, taking her BABY slept on her hand. It made me really sad on that time, yep, if only i could cry on that time, i will cry. I saw the baby slept, her/his face was so peaceful. In my heart i said "Oh my..look at her/his face..he/she would NEVER asked to be like this when they're born..they NEVER want to sleep at the bus right now..they NEVER want to ask for money to buy food..they only want a happy life!".
But this is it, i cant do anything right now to change their life instantly, except giving them some money that we still have and especially, praying for them so that God can give them strength to stand for their life and for making them believe that God will always beside them and never leave them (that is my prayer every night).
2. Make a foundation for DOGS. at one time i saw oprah show about Dogs session, it showed how people treat dogs before they sell them in USA. They' re living at one big (dirty) house, and the owner treat the dogs like a pig! and when there are too much dogs that they cant sell, they will kill them.
i do LOVE DOGS so much..i hate people who KILLED DOGS..and especially i hate people who KILLED DOGS and EAT THEM!!! i HAVE NO IDEA why they killed and eat them..eat anything else, please..
they dont know that dogs can be people's best friend and they are very loyal to their owner. Thats why i really want to save the dogs from their suffer..i wish..
3. Go to Holy Land with family..i mean..the WHOLE family..(told ya if im a very2 rich, rite?) :)
4. Built a church for those who doesnt have a place to pray and praise..
to be continued..

Wednesday, May 6, 2009

Strangest Feeling..


JEALOUS!

adalah salah satu perasaan yang
PALING TIDAK MENYENANGKAN
MENYEBALKAN dan
TIDAK MENGASYIKAN!
sekian dan terima kasih.

Friday, February 27, 2009

8



Dear God,

We are so grateful that U still let us together until today..
We are greatly blessed that U still love us..
We are thankful for the strength that kept us standing..

We pray that U will give the best thing for our's and for the future..

Amen

Tuesday, February 10, 2009

10 February 2009

He's very kind He's wise He's funny He's smart He's cute ;) He's sometimes being "stonehead" just like his name hehe.. He's loveable He made tears become laughters and sometimes He also made laughters become tears hehe But overall, He's the Greatest!

HAPPY BIRTHDAY BABY, ure 25 now!
Always be my best :)


Wednesday, December 31, 2008

This Year’s Blessings

Berkat Tuhan tidak pernah berhenti. Manusia hidup di dunia tidak terlepas dari berkat yang selalu Dia berikan kepada kita. Berkat yang bukan saja bermakna “harta” tetapi juga berkat dalam arti “kekuatan”, “kehidupan”, “semangat”, “mukjizat” yang kita rasakan terjadi dalam hidup kita.
Seperti berkat yang saya rasakan…

1. Praise the Lord, Tuhan telah mengembalikan “dia” yang sempat “hilang”. Dia masih menjadi orang yang sama bahkan menunjukkan sikap yang lebih baik. Tetap menjadi pribadi yang penuh cinta kasih, perhatian, murah hati, sabar, pintar, bertanggung jawab, bijaksana dan dewasa. Memang butuh waktu untuk kembali “mengenal” dia dari awal, tapi itulah rasa syukur ada ketika “dia” kembali.
2. Praise the Lord, Tuhan telah mencukupi segala kebutuhan kami. Dalam kondisi apapun, Tuhan tidak pernah meninggalkan kami. Sesulit apapun keadaan yang kami alami, kami masih tetap bertahan dan pada satu titik puncak, Tuhan kembali memberikan berkatNya yang melimpah.
3. Praise the Lord, gelar sarjana pun saya dapatkan. Setelah perjuangan 2 tahun yang (sangat) melelahkan, tekad-semangat-niat semua menjadi satu dan menghasilkan sesuatu yang memang ingin saya raih. S.sos? hmm sounds nice :)
4. Praise the Lord, salah satu dari “3 hal itu” terjadi. Setelah perjuangan selama kurang lebih 7,5 tahun akhirnya mendapatkan akhir yang menakjubkan. Rasanya gemetaran-terharu-sedih-campur aduk bahkan sampai sekarang rasanya jadi ingin menangis jika mengingat semua yang pernah terjadi, ups dan downs, laughters and tears, very hard times, tough days, semua pernah dirasakan. Sampai akhirnya, mukjizat pun terjadi dan kami hanya bisa tersenyum dan sangat mensyukuri kasihNya yang terlalu besar untuk kami. Setelah kami pada akhirnya bisa bersama lagi, disusul dengan “keajaiban” ini, membuat saya lebih percaya lagi jikalau Tuhan berkenan, segala sesuatu akan indah pada waktuNya. Seperti juga pernah tertulis “Jerih payahmu tidak akan sia-sia”.
5. Praise the Lord, sangat tidak banyak air mata pada tahun ini. Melihat tulisan yang saya buat di blog ini setahun yang lalu (2007) dimana tertulis bahwa tahun tersebut merupakan tahun yang sangat berat untuk saya dan mengharapkan tahun ini akan jauh lebih baik, well this is it..Tuhan semakin lebih menguatkan saya, Tuhan semakin lebih mendewasakan saya, Tuhan semakin membuat saya lebih sabar dalam menghadapi semua hal yang terjadi. Mungkin dulu banyak masalah yang membuat air mata gampang sekali terjatuh, tapi sekarang, setiap masalah yang saya hadapi baik itu berat atau ringan, saya hanya menarik nafas dalam-dalam, minta kekuatan Tuhan lalu kembali berpikir jernih sehingga semuanya bisa kembali normal. Mungkin sesekali boleh menjatuhkan setetes atau dua tetes air mata, karena terkadang hal ini bisa membuat kita tenang, bukan?..
6. Praise the Lord, masih banyak orang-orang baik dan penuh kasih sayang disekeliling saya, dimana mereka terus memberikan semangatnya, kasih sayang, perhatian yang besar, penghiburan, yang membuat saya bersyukur dan mengucap “Thank U God, I have great people around me”. Sungguh senang melihat masih ada orang yang berhati baik dikala lingkungan mulai terlihat jahat atau tidak terkontrol. Lega rasanya melihat masih ada orang yang mau berbagi dibalik kekurangan mereka dikala terlihat masih ada saja orang yang terjerumus oleh kesombongan karena harta mereka yang sebenarmya adalah milik Tuhan. Tuhan telah membukakan mata saya untuk melihat mana pribadi yang baik dan yang tidak dan memberikan mereka yang benar-benar baik untuk tetap bersama-sama dengan saya.
7. Last but not least, Praise the Lord for this life, I can still breathe the air until today. Thank you God for this beautiful year and now its time for me to enjoy the blessed new year..

Wednesday, September 24, 2008

Ada apa dengan “Orang Biasa”

Cerita ini baru saya alami. Ketika itu, saya menemani saudara yang ingin mengurus keperluan paspor karena rencana keberangkatan-nya ke sebuah Negara mengikuti ayahnya yang sudah terlebih dahulu berada disana karena dinas kantor. Pagi itu pergilah kami berdua ke Kedutaan Negara itu, kira-kira pukul 10.30 sampai ditempat. Sebelumnya memang kami sudah menelfon pihak dari kedutaan {sebut saja Bu X] tersebut untuk menanyakan apakah kami sudah dapat mengambil paspor tersebut, dan ia menjawab sudah siap. Lalu kami pun tiba di kedutaan tersebut dan disambut oleh seorang satpam dengan ramah sambil bertanya

Satpam:“Ibu*****[nama saudara saya] ya?”
Saya: “iya pak, ini****** mau ambil paspor”
Satpam: “Oh gitu, kami minta KTP atau identitas lain ya mba utk bisa masuk”
Saya: “Oh gitu, ini pak..” [sambil menyerahkan KTP saya dan saudara saya]
Dan yang terjadi, kami di biarkan menunggu di depan loket pintu masuk dan tiba-tiba satpam yang [tadinya] ramah berubah seketika menjadi acuh.
Saya: “Pak,kami ud janjian sm Bu X untuk mengambil paspor tadi”
Satpam: “Wuah klo ambil paspor itu jam 1 mba, jadi mba tunggu dulu”
Saya: “ Loh tadi saya ud telfon dan katanya bisa diambil skarang karena saudara saya ini berangkat jam 7 malam nanti dan masih banyak keperluan yang harus disiapkan”
Satpam [sambil senyam-senyum yang rasanya tidak membantu]: “Waduh, Bu X nya ga ngabarin tu mba, biasanya kalo uda janji dia pasti ngabarin ke depan”

Dan saya melihat bapak petugas yang didalam loket pintu masuk itu [sok] cuek dan ingin membuat kesan “tidak bisa diganggu gugat”. Saya berpikir, kalo Bu X-nya blum menghubungi pihak loket, kenapa bukan pihak loketnya saja yang menghubungi orang dalam untuk menyampaikan kalo ada tamu di depan. Saya mencoba menelfon Bu X via HP dan selalu sibuk. Petugas di dalam pun saya rasa tidak terlalu ramah. Sampai akhirnya kami berhasil menghubungi Bu X dan dipersilahkan masuk ke dalam.(setelah dibiarkan menunggu cukup lama mengingat kami msh harus mengurus banyak hal). Kami segera ambil paspor dan bergegas keluar (proses tidak sampai 10 menit). Tiba di loket untuk mengambil kembali KTP kami, petugas loket [lagi-lagi] tidak berlaku sopan dengan menyodorkan KTP lewat laci agak sedikit dihentak. Karena saya pun sudah agak “naik darah” melihat tingkah laku petugas2 ini, saya hentakkan kembali laci tersebut. Sampai di luar, si satpam itu ngmg..

Satpam: “Kok cepet mba? Paspor diplomat ya”
Saya: “Ya iyalah, paspor diplomat”
Lalu tiba-tiba dia ngmg sesuatu yang membuat saya [sangat] malas untuk mendengarnya..
Satpam: “OH, KIRAIN ORANG BIASA”

Saya berpikir,loh lalu kenapa kalo orang biasa? Saya juga orang biasa, bapak pun saya rasa juga orang biasa. Apa kalo spt ini hanya orang2 diplomat atau orang2 berjabatan saja yang pantas dilayani dengan baik dan mengacuhkan “orang-orang biasa” yang tentu saja juga memiliki kepentingan dengan pihak kedutaan..
Saya ga tau apakah seluruh petugas kedutaan memang dilatih spt itu “untuk acuh dalam hal pelayanan terhadap orang2 biasa” atau apa? Saya sendiri masih bingung..[dan malas, tentunya]